pengelolaan mata pelajaran

•November 22, 2008 • 2 Komentar

PENGELOLAAN MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
( Playgroup, Taman Kanak & Raudhotul Atfal )

by. maskurdd4

I. Pendahuluan
Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang sangat penting, maka pada saat ini pendidikan tersebut sangat diperhatikan oleh para ahli ilmu pendidikan, dan dalam hal tersebut dilanjutkan kepedulian pemerintah yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan adalah “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara akif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa, dan negara (pasal 1, butir 1), sedangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir samapi dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Kemudian pendidikan tersebut dibagi menjadi dua yaitu pendidikan Playgroup dan pendidikan Teman Kanak-Kanak, yang mana pada usia tersebut dibedakan yaitu 2-3; 3-4; 4-5; dan 5-6, tahun dimasukkan dalam Playggroup dan 5-6 tahun dimasukkan pada Taman Kanak-Kanak, maka keduanya mempunyai perbedaan dalam pengelolaan mata pelajaran atau dengan kata lain pengolaan sumber belajar dan penggunaan alat permainan.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini mulai lahir sampai baligh (kalau perempuan ditandai menstruasi, sedangkan laki-laki sudah mimpi mengeluarkan air mani) adalah tanggung jawab sepenuhnya orang tua, apakah anak itu mau diarahkan Yahudi, Majusi, atau nashrani, atau Islam.
II. Pembahasan
Pembahasan ini akan mencermati dan memaparkan tentang bagaimana pengelolaan mata pelajaran mulai dari matrik sampai dengan Rencana Kegiatan Harian atau dalam bahasa pendidikan SD samapai SMA adalah mulai silabus sampai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
A. Pengertian Pengelolaan Mata Pelajaran
Sebelum menuju pengertian pengelolaan mata pelajaran pada pendidikan anak usia dini, terlebih dahulu mencermati tentang apa pengertian bermain? Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunkan alat yang menghasilkan pemahaman, atau memberikan informasi, kesenangan maupun pengembangan imajinasi pada anak.
Pengertian pengelolaan Mata pelajaran adalah mengatur, merawat, yang meliputi dari penataan, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, rutinitas penggunaan serta evaluasi dalam pengelolaan dan penggunaan sumber belajar dan alat permaianan.
B. Ruang Lingkup Pengelolaan Mata Pelajaran
Ruang Lingkup dari pengelolaan Mata pelajaran yang ada pada Pendidikan Anak Usia Dini adalah :
1. Sumber Belajar dan Alat Permainan
a. Sumber belajar adalah bahan termasuk juga alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagai ketrampilan yang antara lain bisa didapatkan melalui buku refrensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber, benda atau hasil-hasil budaya.
b. Sedangkan alat permainan adalah alat untuk bermain yang digunakan oleh anak untuk memenuhi naluri bermain dan memiliki berbagai macam sifat seperti bongkar pasang, mengelompokkan, memadukan, mencari padanan, merangkai, membentuk, mengetok, menyempurnakan suatu desain, atau menyusun sesuai bentuk utuhnya.
2. Pemilihan Serta Pemanfaatan Sumber Belajar dan Alat Permainan Sesuai Perkembangan Anak
Dalam pemilihan serta pemanfaatan sumber belajar dan alat permainan sesuai dengan perkembangan anak adalah :
a. Memahami tentang perkembangan anak
Dalam memahami tentang perkembangann anak, maka perlu dicermati perkembangan anak mulai dari lahir sampai umur tertentu pada pendidikan anak usia dini, tetapi yang dibahas kali ini adalah mulai usia 2-6 tahun dengan urutan sebagai berikut :
- Usia 2-3 tahun
pada usia ini anak lebih suka pada mainan binatang yang terbuta dari kayu karet palstik dan sebagainya. Pada usia ini dapat menggunakan alat tulis seperti bolpoin, kapur, yang menyenangkan jika digunakan dilantai, pada usia ini juga suka permainan alat musik klasik, nyanyian rakyat dan nyanyian anak-anak.
- Usia 4-5 tahun
Usia ini anak akan senang pada bahan kerajinan dan seni seperti pena, pensil gunting, lem dll
b. Tingkat kesulitan alat permainan
c. Tingkat perkembangan
3. Pembuatan Alat Permainan dan Sumber Belajar
a. Pembuaatan alat permainan dan sumber belajar perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
- Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan maupun pengaturan waktu.
- Mengatur penempatan semua peralatan dan perabotan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan keamanan.
- Segala kegiatan yang dipersiapkan harus mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda yaitu ada yangmudah dan ada yang sulit.
- Memantau setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak, apakah kegiatan tersebut menyenangkan atau tidak.
- Melatih kemandirian anak.
b. Bahan yang digunakan untuk alat permainan dan sumber belajar.
- Kayu
- Styrofoam dan busa
- Tekstil
- Kardus
- Bambu
- Tali
- Pelepah (pepaya, pisang, pinang)
- Biji-bijian
- Daun pisang kering
- Rafia
- Karet
- Kulit
- Kapuk
- Karton
- Kertas bekas (yang sudah tidak digunakan lagi)
- Pasir
- Dan lain-lain
4. Berbagai kegiatan, alat permainan dan sumber belajar di Daerah Perkotaan, Pedesaan dan Daerah Pantai.
a. Tanah, pasir, dan daun
b. Bambu dapur
c. Tanaman palawija
d. Ubi kayu singkong
e. Ubijalar
f. Jagung
g. Kacang tanah
h. Pohon-pohonan
Alat-alat sumber belajar diatas adalah sumber belajar untuk mengenalkan anak pada kehidupan dialam.
5. Pengelolaan Tempat Dalam Permainan Pendidikan Anak Usia dini
Pengelolaan tempat bermain untuk PAUD perlu di rancang sebaik mungkin agar nyaman dan kondusif, misalnya ruang masuk kelas berhadapan langsung dengan ruang administrasi, sehingga pegawai administrasi dapat mengawasi siapa saja yang masuk dan keluar. Jika petugas tidak dapat menghafal orang yang mengantar atau menjemput siswa perlu ada tanda khusus untuk bias masuk sekolah. Selain itu sebaiknya sekolah memiliki pagar agar anak tidak dapat keluar masuk dengan bebas dari lingkungan sekolah, usaha tersebut di lakukan untuk mengurangi dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, hilang atau pergi ke tempat teman, sehingga orangtuanya kebingungan. Berikut adalah contoh setting tempat beserta taman senter dan kelas menurut Ebbeck.

Rancangan diatas dapat diidentifiakasi bahwa untuk taman bermain dan TK sebaiknya memiliki ruangan sebagai berikut :
a. Ruang Kantor
b. Ruang Staff Atau administrasi
c. Ruang kelas
d. Taman bermain yang dapat digunakan bermain speda, ayunan, memanjat, papan luncur dan bermauin pasir
e. Kamar mandi
f. Dapur
g. Gudang

Adapun setting tempat lainnya dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, adalah sebagai berikut :

Setting tempat diatas dapat dicermati, sebagaimana dengan setting yang terdahulu, akan tetapi gambar yang satu ini ada beberapa spesikasi di antaranya :
a. Sentra Sains
b. Sentra Bahasa
c. Sentra Matetika
d. Peralatan Kelas Lainnya
6. Evaluasi Alat Permainan, Sumber Belajar dan Beberapa cara penilaian evaluasi pada waktu anak bermain.
Evaluasi pemebelajaran dalam pengelolaan mata pelajaran yang ada pada Pendidikan Anak Usia Dini adalah ada beberapa tahab yaitu:
a. Evaluasi Program
Pada tahab ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan Program PAUD. Evaluasi program ini bertujuan mengukur samapai mana indicator keberhasilan penyelenggaraan PAUD yang bersangkutan. Kemudian Evaluasi Program mencakup penilaian terhadap :
- Kinerja Pendidik (Guru/ kader/ Pamong) dan pengelola
Evaluasi Pendidik ini juga mencakup anak, dikarenakan ketika pendidik dapat mengevaluasi dan menilai semua kemajuan anak maka itu adalah salah satu kesuksesan.
- Program Pembelajaran
Pada program pembelajaran ini dapat dievaluasi juga mulai dari kekurangan samapai kelebihan para pendidik juga penilaian kepada anak dalam proses pembelajaran atau permainan.
- Administrasi Kelompok
Evaluasi ini adalah mulai dari pembutan matrik, Tema Semester, Satuan Kegiatan Harian, sampai penilaian anak ketika melakukan kegiatan.
b. Evaluasi Kemajuan Perkembangan Anak
Kemajuan anak sangat diperhatikan oleh pendidik, dan lemajuan ini dapat dilihat dalam perkembangan anak pada saat proses pemebelajaran yang diramu dalam bentuk permainan. Hal yang dicatat adalah hal berkaitan dengan Motorik kasar, motorik halus, berbahasa, bersosial dan aspek-aspek lainnya. Pencatatan ini berlangsung ketika kegiatan berlangsung dengan ceklist perkembangan anak, melalui hasil karya anak dan tingkah laku anak, perkembangan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada orang tua anak.
C. Analisis
Uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan pada pengelolaan mata pelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan ditambah hasil observasi terjun langsung kelapangan yaitu, di TK Miftakhul Jannah yang ada di Perumahan Beringin Indah Kecamatan Ngaliyan.
1. Tema Semester
Tema Semester dibagi menjadi dua semester yaitu Semester I dan Semester II
a. Semester I
Ada beberapa hal dalam Tema Semester I ini antara lain adalah :
ü Aku
ü Panca indera
ü Keluargaku
ü Rumah, Sekolah
ü Makanan, minuman, Pakaian
ü Binatang
ü Tanaman
Jika keterangan diatas di buat dalam matrik adalah sebagai berikut:

No Nama Tema Mencakup Alokasi Waktu
1. Diri Sendiri Aku 3 Minggu
Panca Indera
2. Lingkunganku Keluargaku 4 Minggu
Rumah, Sekolah
Makanan, Minuman, Pakaian
3. Kebutuhanku Kesehataan, Kebersihan, Keamanan 4 Minggu
4. Binatang - 3 Minggu
5. Tanaman - 3 Minggu
Jumlah 17 Minggu
Tabel diatas perlu adanya pengembangan sebagaimana pengembangan silabus pada pendidikan yang ada pada SD dan SMP, bedanya yang ada pada PAUD adalah Sub Tema dan dilanjutkan dengan RKH yaitu Rencana Kegiatan Harian.
b. Semester II

No Nama Tema Mencakup Alokasi Waktu
1. Rekreasi Kendaraan, Rekreasi 4 Minggu
Pesisir, Pegunungan
2. Pekerjaan - 3 Minggu
3. Kebutuhanku Kesehataan, Kebersihan, Keamanan 4 Minggu
4. Air, Udara, Api - 2 Minggu
5. Tanah Airku Negaraku, Kehidupanku dikota, Desa 3 Minggu
6. Alat Komunikasi - 2 Minggu
7. Alam Semesta Matahari, Bulan, Bintang, Bumi, Langit, Gejala Alam. 3 Minggu
Jumlah 17 Minggu

2. Mata Pelajaran
Setelah mencermati dari tema semester maka kita dapat merealisasikan bagaimana jadwal yang akan di buat, sebagaimana contoh jadwal dibawah ini :

Sentra main Pertemuan Ke:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Bahan alam A - B A - C A B - A - - DST*
Main Peran B A - - D A D C B - A -
Balok C - C D B - - - C D B -
Persiapan D D - B C D - - D - C -
Seni - B A C - - B D A C D -
Memasak - C D - A B C A - B - -
Kegiatan bersama/lainnya ** - - - - - - - - - - -
Keterangan :
A= Kelompok anak usia 2-3 tahun
B= Kelompok anak usia 3-4 tahun
C= Kelompok anak usia 4-5 tahun
D= Kelompok anak usia 5-6 tahun
*) mengulang kembali seperti pada pertemuan ke 1-12
**) kegiatan bersama dapat diisi dengan pengenalan lingkungan, mendatangkan nara sumber, atau kegiatan lainnya, baik secara bersama-sama maupun oleh masing-masing kelompok.
3. Rencana Kegiatan Harian
Rrencana kegiatan harian merupakan, salah satu dari perencanaan untuk mengajar, dengan kata lain ketika di bangku SMP namanya adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), adapun Rencana Kegiatan Harian ini meliputi :

a. Hari /tanggal b. Alat Peraga
c. Indikator
d. Kegiatan e. Penilaian
f. Pembelajaran g. Keterangan
Lebih jelasnya contoh rencana kegiatan harian sebagaimana berikut :

Hari / tanggal Indikator Kegiatan Pembelajaran Alat Peraga Penilaian Keterangan
I. Pembukaan
Senin/4-08-2006 *Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan dengan tertib - Upacaara Bendera
- Berdoa, salam Langsung o Rara, lala
· Giffa Ilham
*Mau mengemukakan pendapat secara Sederhana *Bercakap-cakap tentang macam-macam pakaian dan penggunaan sesuai situasi Langsung
*Bercerita tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dengan bahasa yang jelas *Menceritakan hasil dari mencetak dilengkapi gambar
II. Kegiatan Inti
*Menggambar bebas dengan berbagai media (kapur tulis, pensil warna, krayon, orang dan bahan alam) dengan rapi *PR menggambar dengan kebutuhanku * krayon, buku · Kidi
*Mencocok dengan pola buatan guru atau ciptaan anak sendiri Mencocok bentuk pakaian lalu ditempel Pola, jarum · Rara, aley, lala
o Ira, tyo, deva

*Meniru membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran *Menulis huruf Tegak bersambung Buku, pensil · Rara, icha,lala
o Deva, tyo
III. Istirahat
*Bermain bebas, cuci tangan Langsung · Rizki, icha,lala
o Deva, irfan, udin
*Berdoa sebelum makan, dan doa sesudah makan.
IV. Penutup
*Menyanti lebih dari 20 lagu anak *Menyanyi lagu Langsung
*Evaluasi *Evaluasi
*Bedoa sebelum dan sesudah melaksanakan Kegiatan dengan tertib *berdoa sebelum pulang
Semarang, 4 Agustus 2006 Mengetahui,
Kepala TK Islam Miftakhul Jannah Guru Kelas

(Hj. Asmujiati, S.Pd) (Nurul Farida)
Pembuatan Rencana Kegiatan Harian yang tercantum pada Satuan Kegiatan Harian adalah sesuai dengan silabus ( Menu Pembelajaran Anak Dini Usia (lahir-6 taun)). Adapun menu pembelarannya adalah :
a. Moral dan nilai-nilai agama
b. Fisik
c. Bahasa
d. Kognitif
e. Social Emosional
f. Seni
Kemudian dalam setiap bagian dari menu pembelajaran tersebut terdapat indikator kemampuan pada masing-masing kelompok usia.
4. Penilaian / Evaluasi Kegiatan
Penilaian pada kegiatan dilakukan dengan mengamati Perkembangan anak ketika proses permainan (pembelajaran). Upaya mengikuti bagaimana anak belajar, maka ada beberapa cara dalam mengevaluasi kegiatan yaitu :
a. Kartu Tugas Mingguan
Kartu tugas mingguan berisi tentang Nama Kegiatan, Hari dan Macam tugas kegiatan, adapun contohnya adalah sebagi berikut :

Nama Kegiatan Hari
Sn Sl Rb Km Jm Sb
Menggambar
Menciptakan sesuatu dengan mozaik bebas
Menghitung kerang, lidi, Biji dll.
Maianan sudut rumah tangga
Perpustakaan memilih buku
Dst*
b. Cara Penilaian Pada Waktu Anak Bermain
Anak ketika bermain pasti masing-masing akan berbeda maka perlu juga dalam penilaian dengan kriteria 1. kurang, 2. Kurang, 3. Cukup, 4. cukup Tinggi, 5. Sangat Tinggi, adapun formatnya adalah :

Nama Anak

Minat
Inisiatif
Intensitas bernmain
Menyenangi
Peningkatan Ide
Berbagi dengan teman
Berkomunikasi dengan guru
c. Cara Penilaian Hitung Menghitung
Penilaian hitung menghitung sebaiknya dilakukan secara teratur, adapun contohnya adalah :

Nama Anak Kerang Lidi Batu Kupu Kancing
Tomi
Rina
Dst*
Penilaiannya bukan memakai angka tetapi dengan tanda Cawang bila sudah dikerjakan atau silang jika belum dikerjakan.

III. Simpulan
Berdasarkan pembahasan dan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan mata pelajaran pendidikan anak usia dini, adalah didominasi dengan permainan yang mana permainan tersebut, dibagi dalam beberapa hal yaitu, menyangkut nilai-nilai kehidupan sehari-hari mulai nilai sosial, fisik, motorik dan nilai-nilai agama serta aspek lainnya yang dapat dikombinasi dengan bermain yang bermanfaat, dalam proses pembelajaran juga tidak melupakan Rencanan Kegiatan Harian yang ada pada Satuan Kegiatan Harian yang sesuai dengan menu pembelajaran serta tema pembelajaran, dan penilaian kegiatan anak, penilaian ini tidak berdasarkan angka (kuantitatif) tetapi penilaiannya dengan beberapa pengamatan dan dibuktikan dengan catatan kualitatif, menegenahi setting tempat juga menentukan keberhasilan dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia dini.
IV. Penutup
Pembahasan pada makalah mempunyai beberapa refrensi yaitu berdasarkan sedikit pengamatan langsung ke lembaga TK Islam Miftakhul Jannah dan sedikit dengan penelitian literer, maka kekurangan pada makalah ini sangatlah banyak, perlu adanya sumbangsih dari para pembaca, semakin banyak sumbangsih yang diberikan Indonesia semakin maju dalam menuju Negara yang makmur adil, sentosa dan mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan yang abadi.

KWARRAN NGALIYAN JADI JUARA ADMINISTRASI KEGIATAN MEMUKAU SEKOTA SEMARANG

•Januari 1, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

KETUA DKR KAK OPI, S.PD.I BERRSAMA DEWAN BIDANG LAINNYA MEMBANTU KWARRAN DALAM PERSIAPAN LOMBA KEG. DAN ADMINISTRASI DENGAN KERJA KERAS BERSAMA AKHIRNYA KWAARRAN NGALIYAN JUARA 1 SEKOTA SEMARANG…. DAN SEMOGA  MENJADI AWAL DALAM KEMAJUAN INDONESIA……BAGI DKR LAINNYA AGAR SENANTIASA MEMBANTU KWAARRAN LAINNYA AGAR TETAP JAYA DI BUMI….

antasari rani

•Mei 6, 2009 • 1 Komentar

Asmara Antasari Azhar

Beragam berita mengenai kasus Antasari Azhar, ada yang menghujat dan ada pula yang bersimpati. Di beberapa media cetak dan blog ditulis bahwa Nasrudin yang mengetahui Rani berselingkuh dengan Antasari berusaha mencari keuntungan dengan menjebak keduanya.
Suatu hari, Nasrudin memergoki mereka tengah bermesraan. Nasrudin yang telah menyiapkan kamera pun langsung mengabadikan keduanya dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian. Jepreeet! Dari situlah semua bermula.
Nasrudin memanfaatkan foto tersebut untuk memeras pejabat KPK tersebut. AA tak berdaya. Nasrudin terus meminta uang dan berbagai kemudahan kepada AA. Hingga pada akhirnya AA tak tahan dan curhat kepada seorang temannya yang merupakan bos Harian Merdeka berinisial SH. Di tangan SH lah semua rencana disusun untuk menghabisi Nasrudin. Doorrr!!
Tetapi sampai hari ini belum ada satupun situs yang berhasil mendapatkan foto-foto skandal AA tersebut. Dan andapun sebaiknya tidak usah berusaha mencarinya karena hanya menambah dosa-dosa kita yang sudah menumpuk. Bersikaplah arif menyikapi permasalahan ini, biarlah pihak yang berwajib menunaikan tugasnya mengusut kasus ini sampai tuntas tas tas tas. Kita tidak perlu ikut-ikutan memvonis bahwa AA pasti bersalah. Kedepankan asas praduga tidak bersalah. Kalaupun di dunia ini hukum masih dapat dibeli tetapi yakinlah bahwa di pengadilan Tuhan nanti tidak ada seorangpun yang bisa menyangkal perbuatannya di dunia.
Saya sendiri sebagai pribadi berpendapat sebaiknya kasus ini dilihat dari dua sisi :
1. Seandainya memang benar AA merupakan aktor intelektual dibalik pembunuhan NZ maka kasus ini merupakan berkah bagi kita semua karena sekarang kita tahu siapa sebenarnya AA. Lembaga yang terhormat seperti KPK tidak pantas dipimpin oleh orang yang berlumur darah hanya untuk menutupi skandal asmara yang dilakoninya. Ibarat penyakit sebaiknya diobati sebelum menjadi parah, mumpung belum lama menjabat ketua KPK sebaiknya segera diganti apabila memang benar-benar terbukti AA terlibat dalam pembunuhan NZ.
2. Seandainya ini hanyalah konspirasi politik yang kotor untuk menyingkirkan AA yang dikenal sebagai Pendekar Anti Korupsi oleh pihak-pihak yang merasa gerah oleh sepak terjang AA maka kita hanya bisa mendoakan agar AA tabah menghadapi cobaan ini. Kita semua sudah mengetahui saat ini merupakan saat perebutan kekuasaan, kedudukan atau bisa kita katakan saat perebutan TAHTA. Pertarungan memperebutkan TAHTA ini memerlukan biaya yang sangat besar. Darimana para politisi yang bertarung mendapatkan biaya yang diperlukan tersebut? Para politisi dari partai-partai besar biasanya lebih mudah mendapatkan dana tersebut. Salah satunya adalah menjadikan BUMN sebagai ATM bagi mereka. Mungkin saja AA sudah menemukan sesuatu dalam upayanya memberantas korupsi, sehingga ada politisi yang terusik. Mengingat AA tidak mempan dihantam dengan jurus HARTA dan TAHTA maka digunakanlah jurus pamungkas yaitu WANITA. Mungkin inilah penyebab mengapa sampai saat ini kita tidak bisa menemukan satupun foto-foto skandal AA tersebut. Padahal konon katanya NZ memeras AA menggunakan foto yang sempat diambilnya ketika AA dan RJ sedang bermesraan dalam kondisi tanpa busana.

Demikian ulasan dari blogger awam semoga bisa menghibur anda semua, lho kok menghibur sih. He he he he mangkanya jangan terlalu serius membacanya santai aza.

•Maret 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

silakan ini ada seketsa

Sistem Pembinaan Bagi Anggota Dewasa.

•Januari 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sistem Pembinaan Bagi Anggota Dewasa.

Sistim Pembinaan bagi anggota Dewasa terbagi menjadi 2 macam, yakni melalui :
a. Latihan.
b. Pendidikan.
Metoda Latihan bagi anggota Dewasa diterapkan dalam kegiatan pertemuan antara lain berupa : karang pamitran, musyawarah, lokakarya, seminar, penataran, diskusi dll.
Metoda Pendidikan bagi anggota Dewasa dibedakan menjadi umum dan khusus, yakni :
a. Umum :
1. Orientasi.
2. Kursus Pembina Mahir Dasar dan Mahir Lanjutan
b. Khusus :
1. KPD ( Kursus Pelatih Dasar )
2. KPL ( Kursus Pelatih Lanjutan )
3. Pengelola kwartir
4. Pamong saka
5. Apiari
6. Koperasi
7. Dikduk
8. Ketrampilan
9. Instruktur dll.

Nasip Sekolah Alternative

•Desember 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Di akui atau tidak UU BHP sudah di resmikan dan akan diberlakukan pada tahun 2009, kemudian bagaimana nasib para pesertadidik kita dalam tanda kutib adalah para kader bangsa yang mau berkembang saja sudah di potong kepalanya, maka ketika UU BHP tersebut tetap diberlakukan dan jika ada indikasi yang selalu dibuat alat untuk berapologi oleh pemerintah, perlu adanya sebuah revisi dan perlu disiapkan bersama pendidikan tanpa badan hukum disetiap daerah jika perlu disetiap kelurahan, karena apa pendidikan itu tidak hanya formal saja akan tetapi sebuah pendidikan harus dilaksanakan dimana saja dan kapan saja bahkan di Toiletpun harus dilaksanakan, dilain pihak pendidikan memang sebuah kwajiban tetapi pendidikan formal itu tidak sebuah kwajiban akan tetapi hanya sebuah formalitas, apa artinya sebuah ijazah atau sertifikat jika orang tersebut tidak dapat melaksanakan ilmunya, lebih baik orang yang tidak mempunyai ijazah tetapi dia dapat mendidik dan melaksanakan keilmuannya dan yang terpenting adalah dapat menemukan ilmu baru dalam kehidupan ini termasuk bagaimana cara agar belajar itu tidak dipaksa akan tetapi belajar atas dasar kemauan yang mana kemauan tersebut berasal dari rasa membutuhkan, sepertihalnya orang tersebut lapar dan membutuhkan makanan.
dsci0391

Sejarah Boden Powell dan Pandu Dunia

•Desember 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mbah pramuka racana walisongo
Mbah Pramuka
Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.”
Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan memasak hewan – dan menghindari guru – di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang. Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Karir Ketentaraan
Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya.ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang zulu yaitu:
impressa: serigala yang tak pernah tidur. karena dia sering berjaga-jaga saat malam
kantankye:orang pemakai topi lebar. karena dia selalu memaai topi lebar
m’hlalapanzi:orang bertiarap yang siap menembak. Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul rama-rama, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk “Aids to Scouting”, ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.
Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Pulang ke Inggris
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya “Aids to Scouting” telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys’ Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di pulau Brownsea bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku “Scouting for Boys” kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk “Scout Troops” secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys’ Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Low).
Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.
Perang Dunia I dan kejadian-kejadian selanjutnya
Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: “dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts.” Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.
Baden-Powell was made a Baronet in 1922, and was created Baron Baden-Powell, of Gilwell in the County of Essex, in 1929, Gilwell Park being the International Scout Leader training centre. He was appointed to the Order of Merit of the British honours system in 1937, and was also awarded 28 decorations from foreign states.
Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:
Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.
Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.
Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Mengenai ketertarikannya pada anak laki-laki
Dua penulis biografi Baden-Powell, Michael Rosenthal dari Columbia University dan Tim Jeal, menganggap bahwa ia adalah homoseksual yang tertekan. Buku Tim Jeal yang diriset selama lebih dari 5 tahun, diterbitkan oleh Yale University Press dan diterima dengan baik oleh New York Times, Washington Post dan penerbitan-penerbitan terkemuka lain.
Selain bukti-bukti lain, Jeal menyebutkan suatu contoh kejadian di bulan November 1919. Ketika mengunjungi Charterhouse, sekolahnya dulu, Baden-Powell tinggal bersama teman lamanya, A. H. Tod, seorang guru lajang dan pemilik rumah yang telah mengambil foto-foto telanjang murid-muridnya sebagai bagian dari kumpulan foto mengenai sekolah. Dalam buku hariannya, Baden-Powell menulis tentang hal ini: “Tinggal dengan Tod. Foto-foto anak laki-laki telanjang dan pohon-pohon yang diambil oleh Tod. Bagus sekali.” Dalam surat-surat selanjutnya kepada Tod mengenai memulai gerakan Pramuka di sekolah itu, Baden-Powell menyebut bahwa ia akan segera berkunjung kembali dan menambahkan: “Mungkin saya ingin melihat kembali foto-fotomu yang indah itu.”
Foto-foto Tod bertahan sampai tahun 1960-an, ketika mereka dihancurkan mungkin untuk “melindungi reputasi Tod.” Namun R. Jenkyns mengatakan bahwa album tersebut mengandung foto-foto anak laki-laki telanjang dalam pose-pose yang, menurut pendapatnya, “dibuat-buat dan artifisial.” Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa Tod atau Powell memiliki tujuan buruk, dan foto-foto tersebut dibuat sesuai dengan tradisi pada saat itu mengenai seni yang juga ditampilkan dalam lukisan-lukisan Henry Scott Tuke, foto-foto Baron Wilhelm von Gloeden, dan lain-lain.
Jeal juga menyebutkan bahwa Baden-Powell “…tetap memuji tubuh laki-laki ketika telanjang dan merendahkan tubuh wanita. Di Gilwell park, tempat perkemahan Pramuka di hutan Epping, ia selalu menikmati pemandangan anak-anak laki-laki berenang telanjang, dan kadang-kadang berbincang dengan mereka setelah mereka ‘melepas baju mereka.’” (pembicaraan pribadi antara Jeal dan anggota-anggota Pramuka lama).
Walaupun menikmati keindahan anak-anak laki-laki, Baden-Powell tidak diketahui pernah bertindak dalam ketertarikannya dengan anak laki-laki. Sebaliknya, ia sangat teguh berpendapat untuk menekan keinginan seksual, terutama dalam komunikasinya dengan anak-anak laki-laki. Ia memasukkan larangan yang jelas melawan masturbasi dalam panduan-panduan Pramuka awal (sedemikian jelasnya sehingga Cox, penerbitnya, menolak untuk mencetak hal ini sebelum bahasanya diperhalus), dan sampai usia 80-an terus bersurat dengan anggota-anggota Pramuka dan memerintahkan mereka untuk mengendalikan keinginan mereka untuk “merusak diri sendiri.” Ia percaya pada pendapat saat itu bahwa hal ini menyebabkan penyakit, kegilaan dan impotensi seksual. Pandangan-pandangannya tidak disetujui oleh semua orang. Dr. F. W. W. Griffin, editor The Scouter, menulis pada 1930 dalam buku untuk Rover Scouts bahwa godaan untuk bermasturbasi adalah “tahapan yang cukup alami dalam perkembangan” dan merujukkan anggota-anggota Pramuka kepada sebuah buku oleh H. Havelock Ellis yang berpendapat bahwa “usaha untuk mencapai hidup tanpa seks adalah kesalahan serius.” (Tim Jeal, Baden-Powell: Founder of the Boy Scouts 1989, hal. 93-94)
Rujukan
Robert Baden-Powell “Scouting for Boys”, London, 1907
Hilary Saint George Saunders, “The Left Handshake”, London, 1948
William Hillcourt (with Olave, Lady Baden-Powell) “Baden-Powell, Two Lives Of A Hero”, Putnam, 1964
Tim Jeal “Baden-Powell, Founder of the Boy Scouts”, London, 1989
wikipedia.org.com

Anugerah Raimuna Cabang diberikan kepada Ranting Ngaliyan

•Desember 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

SEBAGAI SALAH SATU KEBANGGAAN KAMI ADALAH KWARTIR RANTING NGALIYAN DI BERI ANUGERAH JUARA I RAI MU NA CABANG DI KARANGGENENG PADA TAHUN 2007 AHIR – DENGAN YANG MANA TELAH DI DELEGASIKAN OLEH KWARRAN NGALIYAN ADALAH RACANA WALISONGO. AMBALAN SUNAN KALIJO, DAN NY AGENG PINATIH, DENGAN DI DAMPINGI KAK MASKUR SELAKU PINKON SEKALIGUS KA. DKR KEMUDIAN ATAS DORONGAN KA. HERI SUNARSO SELAKU ANDALAN RANTING URUSAN DKR SERTA KA. KWARRAN YAITU KAK RONNY CAHYO NUGROHO, S.Sos. YANG JUGA SEKRETARIS CAMAT NGALIYAN, TIDAK LUPA PULA KAMABIRAN YANG SELALU MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA KAMI MATERIAL MAUPUN MORAL, image0621SERTA KA DINAS YANG SELALU BAIK HATI. SEGENAP KELUARGA BESAR AMBALAN ARJUNA SRIKANDI YANG SELALU MENDUKUNG DAN TIDAK KAMI LUPASEGENAP KELUARGA BESAR AMBALAN DWI DHANA YANG JUGA SBAGAI ANGGOTA DKR JUGA SALAH ASTU PERSONELNYA

MAKA DARI ITU KAMI SELALU MEMINTA DUKUNGAN KE SEMUA PIHAK AGAR KWARTIR RANTING NGALIYAN TETAP HIDUP DAN JAYA DI UDARA

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.